content top

Selasa, 16 Oktober 2012

Wisata Gerilya, Menyusuri Rute Basis Gerilyawan GAM



Lhoknga (Aceh Besar) - Lhok Nga di Aceh Besar punya cara untuk menceritakan sejarahnya sendiri. Di balik keindahan hutan tropis yang kaya dengan kandungan mineral, lebih dari 6 tahun silam, kisah tentang gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersimpan rapi di dalamnya.

Perbukitan terjal di hulu sungai Krueng Raba, lebih tepatnya Pucok Krueng, menjadi saksi bisu putra-putri Aceh yang "kecewa" dan mengangkat senjata. Di kawasan yang sama itulah, jejak bekas konflik masih dapat dilihat hingga kini. Perjalanan menuju hulu Sungai Pucok Krueng dari pelabuhan nelayan di Lhoknga, bagaikan naik perahu menyusuri “Delta Mekong” di berbagai film tentang perang Vietnam.

Tujuan kami ketika itu adalah menyaksikan salah satu basis perbukitan yang dijadikan markas gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di mana di bawahnya terdapat sumber pengadaan air bersih yang layak minum.

Wilayah tersebut kini dijadikan proyek percontohan Wisata Gerilya Nanggroe yang dikelola oleh Aceh Explorer pimpinan pria berkebangsaan Belanda, Mendel Pools atau sebagai mualaf akrab dipanggil dengan nama Nurdin.

Objek wisata gerilya dimaksudkan agar masyarakat Aceh atau para wisatawan lain dapat merasakan betapa tidak mudahnya menciptakan suasana aman dan kondusif di Aceh selama terjadinya pergesekan antara GAM dan pihak yang berkuasa. Untuk itu, GAM terpaksa harus bergerilya, menerabas hutan rimba, dan menciptakan kekuatan di hutan.

Nurdin mengakui bisnis turismenya ini terinspirasi model perjalanan wisata gerilya di Vietnam dan El Salvador. Rute-rute persembunyian para gerilyawan di masa lalu, kini jadi jalur wisata para turis yang ingin tahu lokasi kehidupan bergerilya di hutan, sungai, bukit, dan gua-gua, serta bagaimana mereka bertahan hidup dari sumber air alam dan tumbuhan-tumbuhan liar.

DUA wisatawan asing menjajal rute GAM di kawasan pegunungan Pucok Krueng,
Aceh Besar, dengan dipandu guide mantan pasukan GAM.*

“Dulu, kalau Anda bukan pengikut GAM, bila masuk ke sini harus bersenjata,” kenang lelaki bule beristri perempuan Aceh itu. Nurdin dengan puluhan anak buah yang sekitar 30 orang di antaranya adalah mantan anggota GAM, resmi menjalankan bisnis ini sejak Maret 2007.

“Saya memang terlebih dulu mendekati para gerilyawan GAM untuk menjalankan pariwisata gerilya, karena mereka yang paling tahu jalan-jalan tikus menuju wilayah pusat perlawanan mereka,” jelasnya.

Aceh Explorer Team

Gubernur Aceh menyetujui program wisata “bukan pantai” ini karena dinilai selaras dengan tujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para mantan gerilyawan GAM yang bisa ditugaskan selaku pemandu jalan, sebagai pembimbing simulasi perang gerilya, serta dalam permainan perang-perangan hingga pelatihan outbound.

Petualangan

Kegiatan ini berunsur petualangan, memusatkan wisata gerilya di Pucok Krueng, Aceh Besar, karena lokasinya dinilai paling strategis di dekat Laut Malaka dan memenuhi unsur petualangan menyusuri sungai di tengah rerimbunan sisa hutan alam yang masih ditinggali monyet-monyet liar dan biawak. Bahkan, di hutan perbukitannya, masih menetap beberapa beruang madu, elang, dan burung walet.

Di bukit batu yang terjal itu juga didapati tujuh makam ulama korban pertempuran melawan Belanda, dan dulu dijadikan sebagai tempat singgah dan berziarah bagi pasukan GAM yang diyakini selalu melindungi mereka dalam pemberontakannya. Di wilayah perbukitan Pucok Krueng juga ditemui Gua Harimau, yang konon menjadi arah pelarian para gerilyawan ketika diburu pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Nurdin juga menunjukkan sisa-sisa jejak pasukan TNI yang memburu GAM di wilayah itu, melalui bekas kaleng makanan dan botol minuman serta sepatu khas TNI, berikut bekas area perkemahan yang pernah dibangun prajurit TNI di kawasan itu. Bisa dimengerti, kalau kawasan basis GAM di Pucok Krueng termasuk menjadi sasaran pengintaian dan penyergapan pasukan TNI di masa lalu, karena di situ terdapat lokasi sumber air minum yang bermakna sangat vital.

Wilayah bekas pusat basis GAM di Sigli, Meulaboh, Aceh Barat, juga akan diperkenalkan sebagai daerah Wisata Gerilya Nanggroe lainnya. Berminat?

Address : 17 Jln. Panglima Nyak Makam, Aceh 
Telephone : +62 812 698 4216


Like → Tweet :
Join → Follow :

Senin, 24 September 2012

“Wisata Islami, Bahari dan Keindahan Pegunungan dari Paling Barat Indonesia”



Oleh  

Aceh, mendengar kata itu pada era sebelum tsunami melanda negeri rencong pada tanggal 26 Desember 2004, pasti orang pribumi Indonesia maupun turis asing beranggapan bahwa Aceh adalah negeri pemberontak, perang, dan segala pertumpahan darah terjadi disana, sangat tidak nyaman bagi orang yang ingin berpariwisata maupun berlibur. Namun sejak hadirnya MOU Helsinki di bumi Serambi Mekah, Aceh sekarang tidak dipandang sebelah mata oleh provinsi lain di Indonesia maupun penduduk dunia di mata internasional. Pasca Tsunami, Aceh memberanikan diri terbuka pada turis nasional maupun internasional sebagai daerah wisata Islami yang memiliki panorama alam yang luar biasa indah dan alami, serta memiliki sejuta keindahan.

Berdasarkan Wikipedia, Provinsi ini memiliki 23 kabupaten dan 264 kecamatan yang memiliki beratus bahkan beribu panorama alam yang sudah dijamah manusia maupun masih belum disentuh dan dilindungi oleh pemerintah Aceh, Indonesia, maupun dunia. Provinsi Aceh merupakan Negeri Syariat Islam, dengan demikian seluruh komponen yang ada di Aceh, baik pemerintah, swasta, dan seluruh rakyat Aceh berkomitmen memegang teguh, melaksanakan segala qanun yang telah dibuat sebagai bentuk realisasi syariat islam yang dicanangkan dan dijalankan provinsi Aceh. Sejalan dengan program syariat islam, sektor pariwisata Aceh, mau tidak mau harus mengikuti program syariat islam tersebut. 

Dengan demikian, wisata Aceh harus terintegrasi dengan budaya islam. Dalam artian seluruh tempat objek wisata, penginapan, restauran, warung kopi, souvenir, dan angkutan umum harus bisa melaksanakan kentalnya wisata islami kepada setiap pengunjung, baik pengunjung muslim maupun non muslim, baik dalam penjelasan maupun tempat-tempat ibadah yang harus sudah nyaman, aman, dan sangat baik untuk bisa digunakan. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin Aceh kedepannya dapat menjadi satu-satunya daerah yang menawarkan wisata islami yang aman dan nyaman bagi setiap pengunjungnya.

Panorama alam di provinsi paling barat di Indonesia ini tidak bisa dipungkiri lagi keindahannya, baik panorama di pesisirnya maupun di pegunungan. Dari tugu Nol kilometer Indonesia, Aceh menawarkan Sabang sebagai salah satu keindahan alam bawah laut yang sangat indah, eksotis dan nyaman. Potensi wisata bahari di Aceh terdiri dari beranekaragam biota laut, seperti terumbu karang dan ikan hias, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara yang didukung oleh latar belakang sejarah kehidupan bahari masa lalu. Aset-aset wisata bahari di Aceh akan terus dipelihara dan diberdayakan secara ekonomi bagi kelangsungan hidup masyarakat, sekaligus menjadi tujuan wisata bahari, selain wisata unggulan lainnya seperti Wisata Agro, Budaya, Spiritual, Sejarah, Edukasi Tsunami dan Kuliner. 

Beberapa kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Bahari Unggulan di Aceh meliputi: Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Singkil. Keempat kawasan tersebut memiliki potensi sumber daya alam dan kharakteristik wilayah yang cukup strategis meliputi sejarah bahari di masa lalu, pantai-pantai dengan pasir putihnya, terumbu karang, pulau-pulau, hutan alam, taman tepi laut, dan biota laut serta pemandangan gunung yang indah.

Indonesia dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia yang berperan penting dalam menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global. Tidak hanya karena hutannya yang luas, Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar setidaknya sekitar 90 tipe ekosistem dan 40 ribu spesies hewan tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia. Aceh sendiri terletak di jajaran Bukit Barisan, sebagian daerah Aceh bertopografi dataran tinggi, berbukit dan lembah dengan ketinggian pegunungannya antara 96 m – 1200 m. 

Di Aceh Wisata Pegunungan unggulan berada di kawasan Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Wisatawan lokal maupun internasional yang biasanya bergelut dengan polusi kendaraan maupun penatnya kehidupan kota, pasti tidak akan pernah menyesal datang ke daerah pegunungan provinsi Aceh. Dengan udara yang sangat segar, panorama alam, air terjun yang sangat mudah diakses langsung dengan kendaraan roda empat, pemandian air panas, danau Laut Tawar yang merupakan danau terbesar kedua yang ada di pulau Sumatera, wisata petik buah, daerah asal kopi Arabica yang mendunia, hewan-hewan pegunungan, masyarakat yang sangat ramah, taman hutan leuser yang dilindungi oleh pemerintah dan harus kita jaga demi melestarikan lingkungan terhadap anak cucu. 

Di kawasan pegunungan Aceh selain menghadirkan keindahan alamnya juga menawarkan sejarah-sejarah dan kisah masyarakat Gayo khususnya yang dikenal dengan berbagai macam peristiwa ajaib yang masih saja dikenang dan diwariskan oleh masyarakat seperti cerita “atu belah”, “Putri Pukes”, “Gua Loyang Koro”, dll yang meninggalkan bekas bisa menjadi tempat tujuan bagi wisatawan yang datang kesana dan memahami makna dari kisah tersebut, rasanya tidak cukup bagi kita menulusuri wisata pegunungan yang sangat indah hanya sehari atau dua hari.

Daerah Aceh yang dianugerahi dengan berbagai keanekaragaman sumber daya alam, dari hutan tropis yang luas dan lebat, sumber daya laut dan danau tersebut merupakan tempat tujuan wisata unggulan yang menjadi destinasi dari banyak wisatawan lokal maupun internasional. Semoga informasi diatas bisa menjadi referensi anda dalam berlibur, Selamat Datang di Aceh!!

[Lomba menuju Visit Aceh 2013, Kompetisi Pariwisata di Media Massa Online]

Like → Tweet :
Join → Follow :

Kamis, 19 Januari 2012

Takengon, Negeri di Atas Awan

Kota Takengon dan Laut Tawar dari Udara

Cobalah Anda datang ke Takengon dan nikmati Danau Laut Tawar. Dengan 4 hari di daerah ini adalah gabungan wisata bersepeda, renungan masa lalu, masa depan, dan masa kini. Di sini Anda menikmati keindahan negeri di atas awan dan berwisata kuliner di daerah penghasil kopi nikmat. Alamnya sangat indah dan berbeda dengan dengan tempat wisata sejenis baik di Indonesia maupun tempat lain di dunia ini.

Ketika Anda menjelajah jalan berkelok-kelok di samping keretakan indah Gunung Geureundong dalam perjalanan ke Takengon, sebuah kota kecil dengan penduduk tidak lebih dari 230.000 di Aceh Tengah, mata Anda akan terhibur dengan pemandangan visual lewat pohon pinus di sisi Anda, serangkaian vegetasi tropis dihiasi dengan rumah semi permanen, dan wajah tertegun dari anak-anak lokal ketik Labi-Labi anda melewati mereka. 

Angin dingin akan menyapu wajah Anda, saat Anda melewati lapisan kabut. Di sini, suhu rata-rata hampir permanen sekitar 20 derajat selsius, atau 68 derajat Fahrenheit yang nyaman. 100 kilometer dari tepi barat, kota kecil Takengon yang indah ini menyambut Anda.

Takengon adalah ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Kawasan ini merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk dan memiliki beragam tempat wisata indah di antaranya adalah Danau Laut Tawar, Puteri Pukes, dan Pantan Terong. Kota Takengon terletak berdekatan dengan Kabupaten Bener Meriah, dan sekitar 100 km dari Kota Bireun.

Takegon adalah kota distrik Aceh Tengah. Menawarkan banyak kelangkaan yang Anda harus lihat. Makanan yang unik dan hal ini harus di catat. Argowisata dan kegiatan di sekitar Danau Laut Tawar merupakan alasan untuk memperpanjang kunjungan anda. Belum lagi legenda seorang putri yang berubah menjadi batu dengan penjaganya yang tak terlihat. Hal ini jauh dari omong kosong bila kita menyebutkan Aceh benar-benar merupakan gerbang rohani ke Indonesia pertama.


Datang dan lihat keidahannya oleh Anda sendiri. Kisah yang Anda ceritakan sepulang dari sini akan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan terlalu berharga untuk di lewatkan. Inilah Aceh, yang akan membuat permulaan indah dalam perjalanan wisata Anda kepulauan barat Nusantara.

Kota ini dikelilingi oleh pegunungan dan berada di tengah-tengah di Provinsi Aceh. Takengon merupakan tujuan wisata yang berada di dataran tinggi Gayo. keindahaan alamnya seolah tersembunyi karena di kelilingi oleh gunung-gunung. Banyak pengunjung seolah tidak ingin pulang lagi setelah mengunjungi wilayah indah ini karena tempatnya sejuk, nyaman, aman, dan masyarakatnya yang ramah.

Wajib Anda Kunjungi

Putri Pukes
Loyang Putri Pukes adalah gua yang menciptakan legenda lokal bernama Putri Pukes. Dia pernah menikah dengan seorang pria dari desa tetangga. Saat ia memulai hidup baru, dia harus meninggalkan rumah orang tuanya. 

Prosesnya terlalu menekan dirinya, meskipun ibunya mengatakan bahwa 'Kamu tidak akan memalingkan kepala me kerumah kita, ketika kamu pergi ke desa suamimu'. Dia gagal untuk mengikuti peringatan, dan tiba-tiba ia berubah menjadi batu. Ini adalah legenda yang sangat jelas hidup dalam kisah itu lokal.

Takengon memiliki Danau Laut Tawar dimana di dalamnya ada ikan deupik dan hanya hidup di Takengon. Inilah salah satu objek wisata yang istimewa di Kabupaten Aceh Tengah. Keistimewaan danau ini yang dapat Anda nikmati selain pemandangannya yang indah dan airnya yang tidak asin, terdapat pula empat gua yang mengelilingi danau tersebut. Danau tersebut luasnya hampir seperti laut, karena itu masyarakat menyebutnya Danau Laut Tawar. Ada kapal motor yang dapat membawa Anda untuk mengelilingi danau ini. Danau ini sangat alami dan tampak belum banyak disentuh tangan manusia, airnya yang jernih membuat Anda dapat melihat terumbu karang dan ikan yang berenang di dalamnya.

Danau Laut Tawar adalah tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Takengon karena ini adalah ikon yang paling menonjol dari kota, diikuti dengan Gua Loyang Putri Pukes. Danau Laut Tawar, atau laut air segar, kaya dengan ikan trout (sejenis ikan laut tawar) dan memancing sangat memungkinkan. Kegiatan berski dan berperahu juga tersedia di beberapa tempat.

Di sini di Takengon Anda juga dapat berjalan-jalan di kebun kopi yang bercita rasa khas, beruntung bila Anda datang saat panen kopi dan menikmati kemeriahannya. Anda juga dapat mandi di Krueng Peusangan atau pemandian air panas di Simpang Balek, terletak 30 menit sebelum Takengon.

Penginapan

Pilihan penginapan meski tidak banyak namun umumnya murah dan bersih. Ada Hotel Triarga yang terletak di dekat terminal bus dimana Anda bisa langsung jalan kaki dari tempat perhentian bus di daerah pasar. 

Ada juga Hotel Renggali yang berada tepat di pinggir danau dengan pemandangan langsung menghadap Danau Laut Tawar. 

Untuk Anda yang ingin berpetualang atau backpacker maka ada penginapan Batang Ruang di Jalan Mahkamah, daerahnya lebih terkenal dengan nama Gentala dan persis di tengah kota. Gunung Burni Telong adalah tempat yang tepat untuk Anda Trekking, ada juga gunung berapi di Bener Meriah, Laut Kucak di Bener Meriah berupa danau di puncak gunung.

Kuliner

Jangan lupa Anda berwisata kuliner di Takengon dengan mencicipi ikan deupik yang nikmat dan khas Danau Laut Tawar. Ikan ini adalah sejenis ikan air tawar famili Iwak wadher yang tidak ada di daerah lain. Selain itu cobalah cicipi kopi takengon atau kopi gayo yang terkenal dan nenas berukuran kecil namun rasanya manis sekali terletak di perkebunan daerah Isak Takengon.

Transportasi

Baik dari arah Banda Aceh atau Lhokseumawe-Medan menuju ke arah barat, kita dapat menempuh jalan darat sekitar 100KM melalui jalan di pergunungan yang indah yang lengkap dengan jurang-jurang dalam yang hijau memikat melewati Kabupaten Bireun dan Bener Meriah. Dari arah barat, kita dapat mencapai daerah ini lewat darat juga melalui kabupaten Aceh Barat. Selain dari darat, dapat juga melalui udara dengan pesawat kecil.

Tips

Takengon adalah daerah syariat Islam dan cukup dingin. Lebih baik Anda memakai pakaian tertutup. Jangan lupa memory yang ukuran besar untuk kamera Anda karena banyak objek yang indah dan menarik untuk Anda abadikan.

Transportasi dari medan Anda dapat langsung ke jalan Gajah Mada di Medan, disana berkumpul segala macam bus yg menuju aceh termasuk ke Takengon. Lebih cepat Anda bisa menggunakan mobil travel yang menjemput dan langsung mengantarkan ke tujuan meski biasanya ongkosnya lebih mahal. Bus menuju Takengon berangkat midnight biar sampai disana pagi hari. Ada Anugerah, Pelangi atau Kurnia dan PMTOH. Bila Anda datang bersama lebih dari lima orang, lebih baik menyewa mobil dari Medan.







***

Selasa, 17 Januari 2012

Pantai Iboih : Serpihan Surga di Ujung Pulau Sumatera


Perahu kayu nampak melayang diam di udara itu karena air laut yang sulit digambarkan beningnya membuat perahu seolah terbang. Padahal nyatanya perahu tersebut mengambang di perairan Pantai Iboih yang dangkal, tenang, dan berair jernih. Pantai Iboih yang indah dan alami telah mengubah perspektif mata manusia saat memandang perahu di lautan.

Tak sedikit wisatawan mancanegara runtuh hatinya dan segera menyatakan cinta pada keindahan Pantai Iboih. Hutan lindung Iboih memiliki garis pantai yang menawan dengan pasir berwarna keemasan dan batuan besar bersusun. Dasar lautan yang dangkal memancarkan hijau kebiruan, bahkan menyorotkan kedamaian. Lengkung pesisirnya seperti bibir tersenyum menyambut pengelana merasakan kehangatan hutan hujan tropis yang bertahtakan kekayaan flora dan fauna Indonesia.

Tidak berlebihan bila hutan lindung ini pun digambarkan sebagai taman firdaus, karena bagi sebagian wisatawan, inilah gambaran taman "bermain" yang sesungguhnya dibandingkan dengan apa yang digambarkan dalam film-film bernuansa surgawi.

Pohon hutan tropis yang menjulang sekaligus memayungi pasir pantai sebagai tambatan temali yang digantungkan. Wisatawan pun bermain bergelantung, berayun, dan jatuh di air tenang pantai Iboih yang juga disebut sebagai "Teupin Layeu".

Keindahannya dapat membangkitkan kembali sifat kekanak-kanakan yang sudah lama tertimbun di kesibukan pekerjaan. Rubiah di hadapannya menantang sisi kedewasaan kita sebagai petualang.

Iboih dan Pulau Rubiah di seberangnya terletak di tepi barat Pulau Weh yang legendaris. Bila diibaratkan tapal kuda berbentuk huruf U, Iboih berada di bagian dalam lengkungan sisi kiri. Letak geografisnya mengisyaratkan keterbukaan untuk datang dan pergi kapan pun itu, namun kenangannya akan sulit dilupakan. Bahkan tsunami pun tak begitu banyak berdampak di sini, karena Iboih tersembunyi.

Bermainlah seperti Anda lupa telah meninggalkan dunia permainan jauh di belakang. Nikmati suasana hening seperti Anda di halaman rumah dengan taman dan kolam yang asri. Berpetualanglah seperti tak ada lagi kesempatan untuk melakukannya karena Iboih menjanjikan kesederhanaan. Harapanpun tercuat semoga keindahannya tidak hancur diterjang gelombang kunjungan dan pengrusakan yang tidak bertanggung jawab.

Kegiatan

Menjelajah pesisir bagian dalam Pulau Weh dengan kontur bukit dan pantai telah memberikan kesan petualangan yang instan bagi Anda. Dari celah-celah vegetasi alam sering kali laut di sekitar pulau mengintip Anda dengan warnanya yang hijau kebiruan.

Di pantai sepanjang pesisir Iboih, formasi batuan yang tersusun banyak dimanfaatkan pengusaha akomodasi untuk membangun istana kecil bagi wisatawan. Dipandang dari Pulau Rubiah yang tersohor taman lautnya di mata para penyelam, Iboih menyembunyikan cottage-cottage asri di antara pohon-pohonnya yang hijau tepat di garis pantainya. Perahu nelayan dan penyelam mengisyaratkan ada kehidupan menyenangkan di sekitar pantainya.

Snorkeling adalah kegiatan favorit dan tak bisa ditunda saat semua perlengkapan perjalanan sudah disimpan di kamar yang tertata dari bahan kayu juga kasur nyaman berkelambu menghadap laut biru. Bila akuarium terlalu berlebihan untuk menggambarkan Iboih maka taman pantai alami adalah istilah terbaik.

Berjalanlah menyusuri pantai untuk merasakan sebuah petualangan ringan tapi mengesankan. Hampir mengherankan saat Anda sadar bahwa laut di Iboih tak terlalu banyak memberikan deburan ombak. Hening suasana pantainya seolah memberikan kesan lain dari sebuah pantai.

Tentu saja alasan utama para pelancong itu datang ke sini ialah untuk menyelam. Para penyelam ingin melihat formasi gunung berapi yang ada di bawah permukaan air lautnya yang tersohor. Gunung api bawah laut ini konon telah memisahkan Pulau Weh dengan ujung pulau Sumatra. Penyelaman di Pulau Weh disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia yang memiliki ribuan titik selam.

Kunjungi dive spot seperti West Seulako, Rubiah Sea Garden dengan Honey Comb Moray Eel-nya yaitu sejenis belut laut, Rubiah Utara yang tenang perairannya, Batee Tokong dan The Canyon dengan 3 labirin yang bisa jadi ‘drift dive’ serta surga untuk Moray Eel. Temukan spesies lain seperti frog fish, needlefish, anthias, trumpet fish, scorpion fish, lion fish, black tip shark, hawksbill turtle, barracuda, dan juga nudibranch serta anemone.

Pulau Weh sendiri dapat dijelajahi karena pesisir pantainya bervariasi. Penyewaan perahu boat dapat ditemukan di Iboih dan mereka pun menawarkan tur keliling Pulau Weh yang menyediakan puluhan persinggahan untuk menyelam atausnorkeling. Selain itu beberapa pantai yang sunyi pun seolah dihadiahkan untuk Anda hari itu.

Di pagi hari, udara hangat daerah tropis menyapa Anda untuk mengundang makan pagi di tepi pantai. Di atas formasi batu alam yang menjorok ke arah pantai, meja makan disediakan untuk menikmati setiap suap makanan yang memberikan kenikmatan dan kekuatan untuk melalui hari-hari Anda berpetualang di Iboih.

Penginapan


Sepanjang pesisir Teupin Layeu atau Iboih, terdapat beberapa tempat menginap bagi Anda, seperti: Yulia, Iboih Inn Resort Resto, Oong, Mama Mia, Fatima, 7 Bungalows, RTD, Arina, Ayub, Erick’s, dan beberapa tempat baru lainnya yang menawarkan kesederhanaan hidup harmonis dengan alam.

Kebanyakan akomodasi di Iboih berawal dari rumah biasa yang dijadikan tempat menginap bagi wisatawan, sehingga cara dan kebiasaan hidup pun disesuaikan dengan apa yang dilakukan warga setempat. Kamar mandi dan berbagai keperluan kebersihan dilakukan di tempat terpisah di luar kamar tidur dan tidak termasuk di bagian dalam rumah.

Kuliner

Dengan memegang Hukum Syariah Islam maka makanan di Pulau Weh secara keseluruhan diharuskan halal termasuk minuman walau di beberapa tempat tertentu untuk wisatawan mancanegara minuman ber-alkohol dapat ditemukan. Namun kebanyakan dari semua tempat yang ada, minuman ber-alcohol tidak diperbolehkan.

Tanpa itu pun, makanan dan minuman di Iboih masih terhitung cukup lezat. Berbagai penginapan biasanya sudah menjadi tempat makan dalam lingkungan yang sama.

Bila ingin lebih beragam, bergegaslah sedikit ke arah selatan, yaitu di Pantai Gapang dimana beberapa café dan restoran lebih marak ditemukan. Dang Dang Na misalnya menyediakan gado-gado juga makanan Eropa.

Berbelanja

Bila ingin berbelanja seperti halnya di Batam sebagai pelabuhan bebas maka Sabang yang dulunya sempat menjadi pelabuhan bebas maka sekarang perannya diaktifkan kembali seperti Batam oleh Presiden Abdulrahman Wahid. 

Artinya beberapa jenis barang luar negeri bisa ditemukan di kota Sabang. Namun beberapa souvenir menarik dapat didapatkan di Jalan Perdagangan Sabang, seperti cenderamata dari batok kelapa hasil karya masyarakat Desa Ie Meulee-Ujung Kareung. Untuk kaos t-shirt yang berdesain unik, silakan datangi Jalan Cut Mutia, Sabang dan temukan distro Piyoh.

Transportasi

Untuk menuju Iboih, biasanya berangkat dari Sabang atau dari Pelabuhan Balohan. Dengan menyewa kendaraan yang dapat disewa secara bersamaan dengan wisatawan lain, atau menggunakan angkutan umum.

Iboih hanya sekitar 1 jam perjalanan saja dan selalu dilewati oleh mereka yang akan menuju ke Titik Kilometer Nol, Sabang. Ongkos dapat menjadi ringan bila pergi bersama yaitu tiap orang bisa mengeluarkan biaya Rp50.000,00 untuk mencapai Iboih. [indonesia.travel]

***

Senin, 16 Januari 2012

Sensasi Bersepeda Motor di Jalanan Mulus Sabang


Mencari variasi kegiatan selain memancing ikan, snorkeling atau menyelam di Sabang? Cobalah mengorek lebih jauh tempat indah ini dengan bersepeda bermotor. Menelusuri tiap jengkal jalannya yang mulus sepanjang sekitar 70 km adalah kenikmatan tersendiri sekaligus pengalaman yang tidak terlupakan. Alam Sabang juga menyuguhkan sajian flora dan fauna dengan takaran cukup namun memikat. 

Saat menunggang sepeda motor berkecepatanlah sekitar 30-60 km per jam, biarkan wajah Anda disentuh segar udaranya dan mata dipertontonkan gundukan pemandangan hutan tropis serta lautan biru yang indah. Inilah suasana dimana sepenuhnya keindahan, kesederhanaan, dan kealamiahan Sabang menjadi milik Anda. Sepulangnya ke rumah, atraksi ini akan menjadi oleh-oleh yang menggiurkan pendengar Anda.

Sabang di Pulau Weh memiliki jalanan mulus dengan nuansa hijau lanskap yang begitu menawan seperti juga keramahan masyarakatnya yang dengan ikhlas akan membantu Anda apabila kehabisan bensin di tengah jalan. Jalanan yang cantik dan bersih ini sangatlah rugi apabila tidak dijajal dengan berkendara sepeda motor.

Sesekali Anda dapat bermanuver di tikungannya yang sedikit tajam namun berpandukan marka jalan yang sangat membantu. Ini adalah cara terbaik menikmati perpaduan keindahan yang menenangkan sekaligus menantang adrenalin.

Sabang merupakan sebutan lain dari Pulau Weh yang juga memiliki ibu kota dengan nama Sabang juga. Sabang atau sering dipanjangkan oleh masyarakatnya sebagai “Santai Banget” adalah surga dengan keheningan dibalut hangat keramahan penduduknya. Bahkan suara anjing pemilik rumah di pinggir jalan pun jarang menggonggong orang asing. Inilah bukti hewan pun turut bersantai di pulau ini.

Di berbagai penjuru kota Sabang terpampang tulisan “Damai Itu Indah” yang diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kriminalitas di pulau ini pun sangat rendah. Tidak heran apabila masyarakat setempat biasa berkendaraan tanpa khawatir kendaraannya hilang dimana kunci biasa ditinggalkan tergantung di motornya.


Kebijakan pemerintah Sabang yang tidak membolehkan beberapa jenis kendaraan bebas bea (mobil mewah) untuk keluar Sabang membuat jalanan lowong dan terlihat apik. Teratur, bersih dan nyaman mewarnai jalanannya. Di Sabang-lah Anda akan dapati sebuah kota tanpa lampu lalu lintas.

Memang pulau ini tidak besar tetapi tidak juga terlalu kecil. Empat atau lima jam harus Anda sisihkan dalam sehari untuk menjelajahinya. Beristirahatlah di kedai kopi pinggir jalan lalu nikmati segelas kopi aceh yang khas. Menikmati minuman ini sempurna dengan tampilnya layar lebar alami berupa pemandangan lautan Selat Malaka dan Pulau Rondo sebagai pulau terdepan di Indonesia.

Di kota Sabang, Anda akan merasakan kota kecil penuh kehangatan dan suasana bersejarah mewarnai. Dahulu, kapal-kapal perang Belanda dan Jepang berlabuh di Pelabuhan Alam Sabang. Pelabuhan tersebut memiliki kedalaman lebih daripada Singapura atau pun Batam.

Jangan heran pula apabila di beberapa tempat di Sabang dan sekitarnya, Anda akan menjumpai beberapa bunker Jepang yang tengah ditata kembali oleh Sabang Heritage Society dan pemda setempat.


Dari atas bukit di Kota Sabang, pemandangan tak terbandingkan akan Anda jumpai. Di sinilah Anda patut bersyukur bahwa bisa memijakkan kaki di kota terbarat di Indonesia.
Di Sabang Hill nampak jelas pulau-pulau kecil yang mengitarinya. Pulau Rondo terlihat di kejauhan menandai batas wilayah kedaulatan Indonesia. Menaiki Sabang Hill dapat dengan mudah dilakukan dengan motor yang baik kondisinya atau pun dengan kendaraan roda empat.

Saat berada di Kota Sabang, sisihkan sedikit waktu untuk menyapa warga dengan duduk di tepi jalan atau di kedai kopi. Tradisi ini biasa dilakukan warga setempat. Waktu antara pukul 12 siang hingga 5 petang memang sedikit lengang karena toko-toko tutup untuk beristirahat. Selepas itu, mereka akan tumpah di jalan dan tempat umum untuk berinteraksi antarwarga kota.

Menyewa Motor

Untuk menyewa sepeda motor Anda dapat memilih di Pantai Gapang atau di Pantai Iboih. Kedua tempat tersebut dijadikan peraduan para backpacker mancanegara dan Nusantara. Biaya sewanya sekitar Rp100.000,- per hari (bisa lebih murah bila Anda mahir menawar). Anda akan diminta persyaratan administrasi dan helm untuk kenyamanan berkendara meski hampir tak pernah ada razia dan aksi kebut-kebutan, keamanan lebih baik tetap diutamakan.


Nah, sebagai informasi sepeda motor di Sabang oleh masyarakatnya dinamai kreta, jadi sebutkan nama tersebut saat Anda menyewanya di sana. Kenakan kacamata hitam Anda maka menunggang sepeda motor pun begitu tak tertahankan rasanya. 

Memilih mengendarai sepeda motor skuter-matik dapat memberi Anda kenyamanan menaklukan jalanan mulus Sabang yang berkelok naik turun. Motor skuter-matik tak membuat Anda mengoper gerigi saat berkendara, suaranya pun halus seperti blender jus buah-buahan sehingga motor ini dihargai masyarakat Sabang yang tidak begitu suka suara gaduh dari cerobong emisi kendaraan.

Isilah sepeda motor sewaan tersebut dengan bahan bakar yang cukup untuk mengantarkan Anda ke berbagai tujuan dan kembali lagi ke tempat sewanya. Jangan sampai kehabisan bahan bakar karena di pulau ini hanya ada dua SPBU yang letaknya hampir puluhan kilometer melewati hutan tropis. Namun demikian, disetiap kios yang Anda lewati di tepian jalan, bahan bakar eceran dijual dengan harga Rp6.000,- hingga Rp7.500,- per liter. Kalaupun Anda kehabisan bensin maka mintalah tolong pada penduduk setempat yang sedang lewat untuk mengantar Anda membelinya di tempat terdekat. Masyarakat Sabang terkenal jujur dan penolong.

Menelusuri Sekitaran Iboih dan Balohan


Jalanan di Sabang menghubungkan hampir seluruh bagian terindah di pulau ini. Dari Iboih yang termahsyur, perjalanan bisa Anda arahkan ke tepian titik terbarat Indonesia, yaitu Monumen Kilometer Nol.

Jalanan tersebut merangkai di antara hutan-hutan tropis yang hijau. Saat Anda mengendarai sepeda motor di sini maka akan memberikan sensasi yang dibumbui tarikan adrenalin saat membesut gas di jalan yang sepi, meliuk-liuk, dan sempit.

Di kawasan Monumen Kilometer Nol, monyet berlarian di atas permukaan jalan. Mereka bermain di tepi hutan di atas batu karang yang menukik curam ke laut lepas. Tak hanya monyet, seekor babi rusa sudah menjadi "Tuan rumah" di kawasan ini. Masyarakat setempat memanggilnya "Bro". Babi rusa ini begitu jinak dan kerap mengharapkan kemurahan hati dari pengunjung yang datang agar melemparkan makanan.

Sangat disarankan untuk tidak mencoba masuk ke jalan-jalan kecil ke dalam hutan dengan kendaraan sewa Anda, karena pada hakekatnya pulau ini merupakan pulau terdepan dan menjadi perhatian militer untuk menjaganya dari ancaman pihak luar. Tidak heran apabila penjagaan di pulau ini melibatkan tentara dan polisi bersenjata.

Dari arah Monumen Kilometer Nol ke Iboih akan melewati tikungan tajam dan menurun. Hati-hatilah saat menukik, karena hal ini dapat menghentikan keasyikan Anda berpetualang di atas motor skuter-matik yang menyenangkan. Tetaplah berkendaraan pada kecepatan yang aman.

Saat menjumpai gerbang pantai Iboih, teruskan motor Anda hingga ujung jalan untuk menemukan surga perairan yang belumbanyak tersentuh. Di sini ada beragam atraksi menanti Anda, mulai dari memancing, snorkling, menyelam, atau sekadar bersantai di kedai kopi dan bercengkrama dengan penduduknya yang ramah.

Lihat Rambu-rambu Lalu Lintas

Setiap persimpangan jalan selalu didahului rambu-rambu penunjuk arah. Hal ini termasuk rambu-rambu dari Iboih ke Gapang, dua buah pantai terbaik yang dipisahkan jarak sekitar 5 kilometer saja.Ke Gapang hanya perlu menelusuri jalan lurus dan mengikuti petunjuk jalan. Memang tak jelas sekali kapan harus belok ke Pantai Gapang, sampai Anda melihat taman segitiga di sebelah kiri Anda dengan tulisan Gapang Beach Resort. Anda bisa lewat jalur resort, atau pun ke jalan di depannya sekitar 50 meter ke arah kiri yang akan membawa Anda ke tepi pantai Gapang yang menghipnotis.


Saat meneruskan perjalanan ke Sabang, jalan di tepi hutan dan pantai akan menjadi hiburan selama kurang lebih 25 menit di atas motor yang meliuk-liuk menyusuri jalanan.Perhatikan kondisi motor Anda. Pastikan tak ada masalah saat mengemudikannya, karena dalam perjalanan ke Sabang dari Gapang, Anda akan melewati tanjakan dan turunan yang panjang dan cukup menantang. Hal ini terutama harus menjadi perhatian Anda saat mencoba rem kendaraan.

Bila Anda tergoda untuk melihat pemandangan yang sering kali mengintip Anda dari celah pohon-pohon tropis yang besar, berhentilah sejenak lalu parkirkan motor Anda di tepi jalan yang aman. Di tikungan tajam yang menurun, pemandangan dapat dilihat dalam porsi terbaik. Telah banyak wisatawan asing yang juga bersewakan sepeda motor turut turun sejenak dan mengabadikan panoramanya.

Hati-hatilah bila Anda terlalu dekat ke tepi tebing, karena tidak ada jalur naik bila seseorang jatuh ke dalamnya. Tebing ini pun tak berpagar, jadi jangan terlalu bersemangat dan hilang kendali saat berdiri di tepinya.

Di sini Monyet pun terkadang merasa berhak mendapatkan penghargaan berupa sedikit makanan. Jangan melakukan kontak mata dengan mereka saat Anda bermotor ria, karena hal itu dianggapnya sebagai tantangan bagi monyet jantan yang berkuasa.

Batas Kecepatan dan Klakson


Batas kecepatan memang tidak diterapkan secara ketat tetapi secara sadar Anda tidak ingin merusak liburan dengan permasalahan kecelakaan lalu lintas atau terkait hukum karena terlalu kencang mengemudikan sepeda motor sewaan. Jadi, walau jalan di pulau ini begitu kosong dan mulus, jagalah kecepatan Anda di batas yang wajar.

Bila perlu, bunyikan klakson atau tanda peringatan suara sesekali saja untuk mengingatkan pengendara lain atas keberadaan Anda. Istilah klakson diprediksi muncul setelah zaman Kolonial Belanda. Kata "klakson" berasal dari bahasa Yunani, yaitu klazo yang berarti menjerit. Di Perancis, klakson dieja klaxon, sedangkan di Romania dan Belgia serta beberapa negara Eropa terdekatnya mengejanya dengan kata claxon.

Karena Sabang sedang berkembang dan pembangunan beberapa fasilitas umum masih berjalan maka sesekali Anda mungkin akan berada di belakang truk besar. Bisa jadi asapnya mengganggu Anda. Apabila itu memang terjadi maka lebih baik Anda berhenti dahulu atau melaju lebih lambat dari truk tersebut. Bila Anda memilih untuk menyusulnya, hati-hatilah.

Lampu depan kendaraan bermotor sudah menjadi aturan umum untuk selalu dinyalakan demi keselamatan dan penegakan hukum oleh warga yang berdisiplin. Jadi, nyalakanlah lampu depannya saat berkeliling. [indonesia.travel]

***

Minggu, 15 Januari 2012

Menjelajah ke Titik Nol Kilometer Indonesia

Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia, Sabang.

Tugu Nol Kilometer RI atau biasa disebut Monumen Kilometer Nol merupakan sebuah penanda geografis yang unik. Hal ini berkaitan sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Datanglah ke ujung barat Indonesia ini untuk menapakkan kaki Anda di atas titik kilometer nol yang terbuat dari semen berbentuk lingkaran berdiameter 50 centimeter. Berdirilah di atasnya lalu abadikan fakta historis yang sifatnya pribadi itu.

Lokasi tugu ini terletak di areal Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya, sekitar 5 km dari Iboih. Letaknya di sebelah barat kota Sabang sekitar 29 kilometer atau memakan waktu sekitar 40 menit berkendaraan.

Pesona alam di sepanjang perjalanan menuju tempat ini akan memberikan kesan menakjubkan dan pengalaman menelusuri jalurnya dapat menggetarkan sanubari. Selain itu selama perjalanan menuju Monumen Kilometer Nol Anda dapat melihat hewan liar seperti kera yang senantiasa menunggu diberikan makanan oleh pengunjung.

Pemandangan dari atas tugu ini sungguh sangat menawan dimana membentang laut biru yang seakan tak terbatas. Dengan menyambangi tempat ini Anda pun bisa mendapat sertifikat dari agen penjalanan resmi mana pun di Sabang sebagai bukti pernah berdiri di titik nol kilometer Indonesia.

Mengapa tidak tunggulah hingga matahari larut di birunya air laut Samudera Hindia. Fenomena sunset di ujung paling barat kepulauan di Indonesia tak mungkin tersandingkan dengan pengalaman sunset lainnya di Tanah Air.

Tugu kilometer Nol adalah sebuah bangunan setinggi 22,5 meter dengan bentuk lingkaran berjeruji. Bagian tugu dicat warna putih dan bagian atas lingkaran menyempit seperti mata bor. Puncak tugu ini terdapat patung burung garuda menggenggam angka nol dilengkapi prasasti marmer hitam yang menunjukkan posisi geografis.

Tugu adalah simbol pengenang dimana arti pentingnya justru sering kali terlupakan dan bahkan diremehkan dengan cara tidak menjaga keutuhannya.

Di lantai pertama monumen terdapat sebuah pilar bulat dan terdapat prasasti peresmian tugu yang ditandatangani Wakil Presiden Try Sutrisno di Banda Aceh, pada 9 September 1997. Di lantai kedua terdapat sebuah beton bersegi empat dimana tertempel dua prasasti yaitu prasasti pertama ditandatangani Menteri Riset dan Teknologi/Ketua BPP Teknologi BJ. Habibie, pada 24 September 1997.

Dalam prasasti itu bertuliskan tentang penetapan posisi geografis KM-0 Indonesia itu diukur para pakar BPP Teknologi dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS). Prasati kedua menjelaskan posisi geografis tempat ini yaitu 05 54" 21,99 Lintang Utara - 95 12" 59,02" Bujur Timur.

Memang tugu ini dipancangkan tak persis di garis terluar sisi barat. Segalanya harus diperhitungkan sesuai kondisi yang memungkinkan secara teknis. Bukan berarti tak mengindahkan kecanggihan teknologi dan kondisi ideal untuk menetapkan dimana seharusnya Tugu Kilometer Nol ini berdiri. Bahkan di Amerika pun sebagai contoh, titik nol kilometer paling selatan ditetapkan di Key West, walau bukan tepat di sisi paling selatan.

Data teknis berdirinya tugu ini tertoreh di atas lempeng batu granit yang menyebutkan “Posisi Geografis Kilometer 0 Indonesia, Sabang. Lintang: 05o 54’ 21.42” LU. Bujur: 95o 13’ 00.50” BT. Tinggi: 43.6 Meter (MSL). Posisi Geografis dalam Ellipsoid WGS 84.”

Sabang Nol Kilometer Indonesia

Kata-kata didapatkan Presiden Soekarno dari ucapan seorang perwira Belanda bernama Jendral J.B. van Heutsz yang saat itu mengklaim kemenangannya dalam Perang Aceh tahun 1904 dengan slogannya “Vom Sabang tot Merauke”, dua kota di ujung barat dan timur Indonesia. Kebanggaan itu terus berakar, menanamkan kesan yang kuat bahwa batas barat negara Indonesia ialah Kota Sabang dan di sisi timurnya ialah Merauke.

Sebenarnya secara teknis, pulau sisi paling barat Indonesia ialah Pulau Lhee Blah, yaitu pulau kecil di sebelah barat Pulau Breuh. Hal ini sama terjadi dengan pulau paling selatan yaitu Pulau Rote, walau secara teknis Pulau N’dana ialah pulau paling selatan di Indonesia.

Transportasi

Pelabuhan Balohan, 10 kilometer dari Kota Sabang terhubung dengan Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh. Dua buah kapal feri beroperasi setiap harinya menyebrangi lautan sekitar 2 jam dan dibantu satu buah feri cepat, KM. Pulo Rondo yang menyebrangi selat selama 45 menit. Ongkosnya tak mahal, yakni sekitar Rp60.000,00 per orang untuk feri cepat.

Petin Layeu, Pantai Kasih, Wisata Bahari Iboih, Wisata Bahari Pantai Gapang, dan Taman Laut Pulau Rubiah merupakan beberapa daya tarik wisata lainnya yang bisa dikunjungi selama Anda berlibur di Pulau Weh.

Kuliner

Untuk memenuhi keinginan berpetualang kuliner, cobalah memburu Sie Teulheu yaitu daging sapi yang dimasak dalam panci tradisional terbuat dari tanah liat. Selain itu, carilah Kue Supet yang bisa dinikmati dengan minuman legendaris Aceh, kopi Aceh yang masih panas. Kekarah, Kari Aceh, Timphan, Adee, Keuh Bhoi, Mie Aceh, Roti Cane, dan Ikan Kayu atau Kemamah adalah beberapa jenis makanan khas Aceh yang juga harus ada di dalam DPO, "daftar pencarian oleh-oleh" dari Aceh.

***


Gapang : Tempat Backpackers Nikmati Taman Firdaus Dunia


Pantai Gapang di Pulau Weh adalah salah satu pilihan para penjelajah dunia (backpackers) setelah merapat di Pelabuhan Balohan kemudian meluncur ke bagian barat pulau sekitar 1 jam perjalanan. Inilah destinasi yang wajib Anda kunjungi saat bertandang ke Aceh.

Sabang sendiri merupakan kota terbesar di Pulau Weh yang berada di sisi utara melalui jalur timur. Dengan bermodal sekantung penuh waktu, Pantai Gapang adalah tujuan sempurna merasakan kenikmatan berlibur di tepi paling barat Indonesia.

Mengapa pantai yang indah ini dinamakan Gapang, ternyata terkait dengan menjulangnya pohon-pohon yang berdiri tepat di tepi pantai yang bersih yang nama pohon Gapang.

Pilihan Anda hanya dua, menyinari diri dengan kehangatan matahari setelah berjam-jam mencemplung di air laut bersuhu nyaman.

Pilihan kedua adalah tidur santai di bawah teduhnya Pohon Gapang sambil mengenyahkan pikiran tentang pekerjaan sehari-hari. Bagi para backpackers, di sinilah waktu seakan telah berhenti berputar untuk mereka.

Di sepanjang pantai, puluhan resort penyelaman dan rumah tumpangan berdiri membentuk perkampungan yang tidak pernah dilupakan pengunjungnya. Tidak hanya itu, para backpacker dan penyelam dunia mengguratkannya dalam jurnal perjalanannya merekadi dunia maya. 

Ketika itu pula, ratusan bahkan ribuan backpacker lainnya yang belum sempat menapakkan kaki telanjangnya di pasir Pantai Gapang membaca jurnal tersebut dan menyimpannya di agenda perjalanan mereka berikutnya.

Memandang jauh ke lepas pantai yang biru, kopi aceh serasa menjadi penenang kerisauan yang biasanya muncul di siang hari saat bekerja.

Pemandangannya sungguh menyejukkan batin. Bila melihat keindahan Pantai Gapang di halaman situs dunia maya, jelas bahwa pantai ini adalah inspirasi terhebat bagi fotografer.

Keheningannya membuat Anda bertanya, mengapa pantai seindah ini tak banyak yang menikmatinya. Apa pun itu, di sinilah taman firdaus di dunia tersembunyi.

Tak dapat dibandingkan dengan kawasan backpackers lainnya yang berada di sekitar segitiga backpacker rendez vous, Pantai Gapang menjanjikan keheningan tak berbanding yang tidak didapatkan di Phuket, Langkawi, atau Penang. Backpackers terus memuja Pantai Gapang dan selalu menjadikannya destinasi favorit.

Kuliner di Pantai Gapang

Banyaknya pilihan tempat makan di Pantai Gapang membuatnya ramai dikunjungi. Nah, bagi para backpacker bisa menyisihkan uangnya untuk mencicipi kuliner di pinggir-pinggir pantai atau di sekitar kampong penyelam. 

Beberapa tempat yang dituju, mulai dari Gapang Jaya Restaurant, Zero, Buchari's Limbo Restaurant, Barracuda Restaurant, Mama Jungle's, Warung Walet, Dat's Zero Cafe hingga yang terkenal ialah Dang Dang Na Restaurant. 

Dari sekian banyak tempat, Naguna lah yang semakin populer di kalangan backpacker karena menyediakan kopi Aceh yang lezat dan nasi gurih. Tidak rugi kan jalan-jalan ke Pantai Gapang ?

Penginapan

Pilihan ada di tangan Anda setelah sampai di Pantai Gapang. Backpackers memiliki pilihan harga dan jenis akomodasi yang beragam mulai dari rumah tumpang atau bungalow dengan dinding kayu yang eksotis seharga Rp 80.000,00. Ada pula resort penyelam yang juga memiliki fasilitas hampir sama dengan pelayanan khusus bagi mereka yang memiliki hobi menyelam sekitar Rp. 250.000,00.

Beberapa pilihan rekomendasi akomodasi untuk Anda adalah berikut ini.
  • Leguna Resort : 08126951415 kontak Ibu Linda.
  • Flamboyan Gapang Resort : 081360272270 kontak Ibu Mina.
  • Dang Dang Na Restaurant and Bungalows : 0852 6041 8854, atau 0852 6033 7436 kontak Pak Syukur.
  • Ramadilla : 0815 4304 6668 kontak Pak Danu

Berbelanja


Apabila ingin berbelanja beberapa jenis barang luar negeri maka Sabang kini diaktifkan kembali sebagai pelabuhan bebas seperti Batam. Beberapa souvenir menarik dapat ditemukan di Jalan Perdagangan Sabang, seperti cenderamata dari batok kelapa hasil karya masyarakat Desa Ie Meulee-Ujung Kareung. Ada juga kaos t-shirt berdesain unik di Jalan Cut Mutia, Sabang yaitu Distro Piyoh.

Transportasi

Pantai Gapang lokasinya sekitar 17 km dari kota Sabang. Untuk menuju Pantai Gapang, Anda dapat berangkat dari Sabang atau dari Pelabuhan Balohan. Dengan menyewa kendaraan yang dapat disewa secara bersamaan dengan wisatawan lain atau menggunakan angkutan umum.

Pantai Gapang dituju dengan lama perjalanan sekitar 1 jam lebih perjalanan dimana selalu dilewati oleh mereka yang akan menuju ke Tugu Kilometer Nol, Sabang. Ongkos dapat menjadi ringan bila pergi bersama yaitu dan tiap orang bisa mengeluarkan biaya Rp50.000,00 untuk mencapai Iboih.

Perjalanan di pulau Weh sangat mengasikkan karena jalannya naik turun bukit dan menyusuri tepian pantai yang Indah dimana saat diatas bukit kita bisa menikmati pemandangan pantai dan pulau kecil yang indah. Di pulau Weh Anda bisa melihat mobil-mobil CBU beragam dimana sebagian besar adalah mobil bekas yang dibawa dari Singapura atau Malaysia dengan biaya pajak lebih murah tetapi mobil tersebut tidak bisa dibawa keluar dari Pulau Weh.

***

content top